16 August 2014

Bisnis Percetakan

Apa sampeyan termasuk orang yang pandai bergaul dan memiliki jaringan luas? Kenapa tidak mencoba menjalankan bisnis. Bisnis cetak mencetak termasuk jenis bisnis yang bisa dijalankan semua orang. Kita tidak perlu memiliki mesin cetak untuk dapat menjalankan bisnis ini. Apalagi  dam segi keuntungannya juga tidak bisa dibilang kecil.

Selain itu, perkembangan bisnis cetakan juga semakin menarik. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan jasa cetak juga terus meningkat. Dari kalangan perkantoran, perusahaan swasta, sekolah, organisasi sosial, partai politik, maupun perorangan banyak membutuhkan layanan jasa ini. Dari mencetak buku, poster, kertas-kertas adminsitrasi, hingga kop surat membutuhkan jasa cetak.

Menjembatani
Kalau kita pernah menggunakan atau memanfaatkan layanan jasa percetakan ini, ada yang menarik dari bisnis ini. Hal ini terutama menyangkut mata rantai bisnis yang terlibat didalamnya cukup panjang.

Untuk memproduksi atau melayani pesanan percetakan, ada banyak pihak yang terlibat didalamnya. Mereka adalah pemilik mesin cetak, penjual kertas, dan tenaga desainer grafis yang melayani pembuatan grafis atau tulisan yang akan dicetak.

Nah, kalau kita tidak berada pada salah satu posisi pada mata rantai itu padahal kita ingin terjun ke bisnis itu, tidak perlu cemas. Perankan saja posisi kita sebagai tenaga marketing freelance atau makelar dari jasa ini.

Tugasnya, ya tidak lain kecuali sebagai perantara yang menjembatani dan mempertemukan konsumen dengan tiga pihak pada mata rantai bisnis cetak tersebut. Gampang kan !

Bahkan meskipun tidak mempunyai modal padahal ingin terjun ke dunia bisnis, ini tentu saja merupakan peluang yang cukup prospektif. Banyak pengusaha atau pelaku bisnis yang bergerak di bidang cetak mencetak tidak mempunyai mesin cetak, dan juga mengawalinya tidak dengan modal yang cukup. Yang penting bisa mencari dan mendapatkan order, kemudian tinggal menyerahkan soal cetak mencetak ke perusahaan percetakan.

Pembagian Order
Order atau pesanan cetakan biasanya datang dari sekedar keinginan dari konsumen. Contohnya saja konsumen perorangan yang ingin membuat poster untuk kampanye pemilu. Mereka umumnya juga belum mempunyai gambaran tentang desain atau layoutnya, atau bahkan kata-kata yang perlu dibuat pun belum ada.

Apabila kita mendapatkan pesanan semacam ini, sebaiknya jangan ditolak. Inilah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Kita tinggal membagi order itu ke jaringan yang kita miliki dalam mata rantai bisnis cetakan itu.

Banyak desainer grafis yang memberikan layanan secara personal. Kita bisa memesan dan membayar jasanya. Begitu juga tidak sedikit pemilik mesin cetak yang tidak menyediakan jenis kertas yang variatif untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Nah, kita bisa mengatasinya dengan mencarinya sendiri dengan membeli kertas yang diinginkan konsumen. Banyak toko kertas yang khusus menjual kertas ukuran plano ataupun double folio untuk kebutuhan cetakan.

Dengan memperhitungkan harga pembelian kertas, jasa desain grafis, dan biaya cetak, kita bisa menentukan tarif untuk sebuah order atau pesanan cetakan. Coba bandingkan dengan pesaing lainnya, kita tentu akan melihat peluang yang cukup prospektif dari bisnis ini.

Apalagi kalau kita pandai masuk ke perkantoran, perusahaan, ataupun dunia kampus, layanan jasa ini seakan tak pernah berhenti. Jadi, mari manfaatkan jaringan yang kita miliki untuk menjalankan bisnis percetakan.


Author : Zainoel Arifin Isa'i

Ketika aku tidak nongkrong di warung kopi atau menyusuri hutan atau juga mendaki gunung, aku sibuk menjadi tukang desain lepas/ freelance yang bermarkas di sudut ruang kamar belakang rumah di daerah pelosok desa terpencil lereng gunung Arjuno.... Facebook : -Mbah Djojo-

2 comments:

  1. sip gan .... saya jg ada rncana kearah situ ,,,, :D

    ReplyDelete
  2. Bagaimana tips menghadapi persaingan bisnis percetakan yg saat ini makin banyak?

    ReplyDelete

Berkomentarlah yang bijak, iklan/spam langsung dihapus